NAMA : Agnes Simplicio da
Silva
NIM : 11211120
KELAS
: E/REGULER
MATA
KULIAH: Pengantar Bisnis
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN AKUNTANSI
INSTITUTE OF BUSINESS
2014
KATA
PENGANTAR
Puji
dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ PERANAN BISNIS DALAM PEREKONOMIAN TERHADAP LINGKUNGAN MASYARAKAT” semoga berkat dan karunia-Nya selalu melimpah
rahmat dan kemurahan-Nya bagi kami dapat menyajikan yang terbaik bagi rekan –
rekan sekelas dan khususnya bagi dunia pendidikan.
Penulis
yakin bahwa makalah ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangannya,
tentunya kehadiran makalah ini masih jauh dari apa yang diharapkan, karena
adanya keterbatasan kemampuan penulis dapat mengungkapkan isi, mampu
merangkai isi kata – kata yang mudah
dimengerti oleh pembaca.
Oleh karena itu penulis menanti saran dan kritik dari pembaca makalah ini
untuk menyempurnakan dikemudian hari. Pada kesempatan ini penulis dapat
menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun dengan maksud untuk memperkenalkan tata bahasa dan cara
penulis bahasa dengan demikian kami tidak lupa pula minta maaf kepada teman
atau rekan – rekan kelas bahwa semua manusia tidak sempurna kecuali Allah, maka
seandainya dalam makalah ini terdapat kesalahan – kesalahan yang tidak sengaja
dan penulis pun bersedia menerima kritikan – kritikan yang bersifat membangun
agar isi makalah ini lebih sempurna lagi.
Penulis
DAFTAR
ISI
Sampul
depan.................................................................................................................. i
Kata pengantar................................................................................................................. ii
Daftar isi.......................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang........................................................................................................... 1
B. Tujuan
....................................................................................................................... 3
C. Manfaat
..................................................................................................................... 3
D. Kondisi/Lingkungan
Wilayah.................................................................................... 3
E. Perumusan
Masalah................................................................................................... 5
F. Batasan
Masalah........................................................................................................ 5
BAB
II Landasan Teori .................................................................................................. 6
BAB
III Pembahasan Masalah
A. Definisi
Bisnis............................................................................................................ 14
B. Peranan
Bisnis Penting Dalam Perekonomian Masyarakat........................................ 15
C. kegiatan bisnis berjalan
dengan lancar....................................................................... 17
-
PENUTUP
-
Kesimpulan ..................................................................................................................... 19
-
Saran................................................................................................................................ 19
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... 20
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Fenomena globalisasi masuk dan merabah keberbagai sector, khususnya
sector ekonomi yang ditandai oleh kerja sama. Perubahan tatanam ekonomi dunia
dewasa ini tidak biasa kita tolak atau kita hindar, maka mau tidak mau kita harus terlibat didalamnya. Lokasi
memberikan penekanan pada terintegrasinya organisasi melewati batas – batas
wilayah territorial suatu Negara. Oleh karena itu kita harus mampu berkompetisi
dalam kehidupan ekonomi untuk menjadi yang tercepat dan terbaik diantara para
pesaing melalui strategi yang tepat. Secara umum, penentuan strategi yang tepat
bagi perusahaan dimulai dengan mengenali peluang dan ancaman yang terkandung
dalam lingkungan eksternal serta memahami kekuatan dan kelemahan pada aspek
internal perusahaan. Dengan demikian, perusahaan mampu bersaing dan mencapai
tujuan secara efektif dan efisien. Menurut sharpling (1985 ; 107)” Analisis
lingkungan merupakan suatu proses yang digunakan perencanaan strategi untuk
memantau sector lingkungan dalam menentukan ancaman – peluang dan kekuatan –
kelemahan perusahaan. Sedangkan diagnosis lingkungan menurut W.L.Hill(1989)
merupakan keputusan manajemen yang diambil berdasarkan penilaian pentingnya
data (peluang – ancaman – dan kekuatan – kelemahan ) analisis lingkungan,
bisnis tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat. Hasilnya adalah
pertumbuhan lapangan kerja dan kekayaan yang menjadikan mungkin untuk memiliki
standar dan kualitas kehidupan yang tinggi.Kondisi lingkungan yang salah,
sebaliknya membawa pada kegagalan bisnis, kehilangan pekerjaan, dan standar
serta kualitas hidup yang rendah.Singkatnya, untuk menciptakan lingkungan
bisnis yang tepat merupakan dasar bagi segala jenis kemajuan sosial, termasuk
sekolah - sekolah yang baik, udara, dan air yang bersih, perawatan kesehatan
yang baik, serta tingkat kejahatan yang rendah.perusahaan besar yang melakukan
aktivitas bisnis di negara kita, dan tidak tanggung-tanggung keuntungan yang
bisa mereka dapatkan, pastinya sangat besar. Memang perusahaan berperan penting
juga dalam hal perekonomian dan merupakan pengerak ekonomi juga.Namun sebagai
lembaga ekonomi yang memiliki fungsi multyplayer, eksistensi perusahaan menjadi
salah satu sendi utama dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara
karena dengan adanya kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan tadi, maka
kebutuhan masyarakat akan dapat dipenuhi, aktivitas masyarakat di bidang
ekonomipun dapat berjalan, termasuk adanya penyerapan tenaga kerja melalui
perusahaan tersebut.Sebaliknya perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya
selalu berdampingan dengan masyarakat karena perusahaan memiliki peran ganda,
yaitu sebagai produsen yang memerlukan masyarakat sebagai konsumen dan
pendukung kelancaran usahanya, perusahaan juga memiliki peran sebagai konsumen.Oleh
karena itu tercipta hubungan timbal balik dan saling pengaruh-mempengaruhi
antara perusahaan, masyarakat dan juga pemerintah.Suatu perusahaan seharusnya
tidak hanya mengeruk keuntungan sebanyak mungkin, tetapi juga mempunyai etika
dalam bertindak menggunakan sumberdaya manusia dan lingkungan guna turut
mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pengukuran kinerja yang semata dicermati
dari komponen keuangan dan keuntungan (finance) tidak akan mampu membesarkan
dan melestarikan , karena seringkali berhadapan dengan konflik pekerja, konflik
dengan masyarakat sekitar dan semakin jauh dari prinsip pengelolaan lingkungan
dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.pihak perusahaan dan masyarakat
bukanlah dua pihak yangberbeda dan bertolak belakang, namun merupakan bagian
yang takterpisahkan.
Suatu
perusahaan melakukan investasi dengan tujuan memperoleh keuntungan.Untuk
memperoleh keuntungan harus pandai – pandai dalam menghitung suku bunga.
Perusahaan akan menanam modal jika tingkat pengembalian modal dari investasi
yang dilakukan, yaitu persentase keuntungan yang akan diperoleh sebelum
dikurangi dengan uang yang dibayar lebih besar dari bunga. Jadi, tingkat suku
bunga sangat menentukan investasi. Seorang pengusaha akan memperoleh keuntungan
jika tingkat, keuntungan yang akan diperoleh keuntungan yang akan diperoleh
lebih besar suku bunga yang harus dibayar.
B.
Tujuan
Tujuan dari tugas ini berbicara tentang
analisis lingkungan bisnis dan sebagai suatu proses untuk berdagang. Dunia
bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi
perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang.Berdasarkan ini
jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan
keadaan saat sekarang emaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan
keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk
memperoleh keuntungan besar.rencana-rencana penting untuk mencapai tujuan itu,
yang dinyatakan dengan cara seperti menetapkan bisnis yang dianut atau akan
dianut oleh perusahaan dan jenis atau akan menjadi jenis apa perusahaan ini
C.
Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari pembuatan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1.Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai masalah yang
dibahas.
2.Sebagai latihan untuk menambah pengalaman dalam mempraktekkan
teori yang diterima dibangku kuliah.
D.
Kondisi/lingkungan
wilayah
Lingkungan
hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah sebelum
suatu investasi atau usaha dijalankan. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau
kegiatan yang direncanakan dan diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat
saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh
terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.
Implementasi
AMDAL sangat perlu di sosialisasikan tidak hanya kepada masyarakat namu perlu
juga pada para calon investor agar dapat mengetahui perihal AMDAL di Indonesia.
Karena semua tahu bahwa proses pembangunan di gunakan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat secara ekonomi, sosial dan budaya. Dengan implementasi
AMDAL yang sesuai dengan aturan yang ada maka di harapkan akan berdampak
positip pada recovery ekonomi pada suatu daerah.AMDAL bukanlah suatu proses
yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses AMDAL yang lebih besar dan
lebih penting, menyeluruh dan uruh dari perusahaan dan lingkungannya, Aktivitas
pengelolaan lingkungan baru dapat dilakukan apabila rencana pengelolaan
lingkungan telah disusun berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan
timbul akibat dari proyek yang akan dibangun.
Kondisi/lingkungan industri jauh
lebih penting dan lebih menentukan aturan persaingan di bandingkan dengan
lingkungan umum, karena kekuatan lingkungan umum dalam mempengaruhi persaingan
sifatnya sangat relatif.Artinya, jika terjadi perubahan dalam lingkungan
umum-faktor ekonomi, sosial, politik dan hukum, tekhnologi dan demografi yang
terkena pengaruh akibat perubahan tersebut bukan hanya sebuah perusahaan
melainkan semua perusahaan yang ada dalam suatu industri.Dengan demikian jika
terjadi perubahan pada tingkatan lingkungan umum kunci keberhasilan terletak
pada kemampuan yang berlaian dari masing-masing perusahaan untuk menanggulangi
implikasi dari perubahan tersebut.
Jika salah lingkungan persaingan,
implikasi selanjutnya adalah salah menentukan tujuan serta merumuskan strategi
bersaig.Analisis lingkungan eksternal mencangkup pemahaman berbagai factor di
luar perusahaan yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis / bahkan ancaman
bagi perusahaan.Di dalam analisis lingkungan eksternal berupaya memilah
permasalahan global yang dihadapi perusahaan dalam bentuk, fungsi dan
keterkaitan antar bagian. Bagi pengembangan strategic, analisis ini di butuhkan
tidak hanya terbatas pada rincian analisis kesempatan dan ancaman saja tetapi
juga untuk menentukan dari mana dan untuk apa hasil analisis itu di pergunakan
.
E.
Perumusan
masalah
Dalam
tugas atau makalah ini yang tercantum dalam latar belakang maka terjadilah
masalah – masalah yang akan dibahas dan dapat dirumuskan sebagai berikut ;
1. Definisi
analisis lingkungan bisnis ?
2. Mengapa
lingkungang bisnis membadingkan model strategi?
3. Bagaimana
model strategi berhubungan dengan tingkat pengembalian modal awal?
F.
Pembatasan
masalah
Berdasarkan sub-sub masalah yang telah diungkapkan diatas,
maka penulisan membatasi masalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui tentang definisi analisis lingkungan Bisnis
2. Mengetahui lingkungang
bisnis membadingkan model strategi
3.Mengetahuimodel strategi
berhubungan dengan tingkat pengembalian modal awal
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI
A.
Pengertian
lingkungan bisnis
Lingkungan
Bisnis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu
lembaga organisasi atau perusahaan yang dapat menimbulkan suatu
peluang atau ancaman. Lingkungan bisnis
Adalah suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau
lingkungan bisnis dalam menentukan peluang atau ancaman.
Menurut
tata sutarman dengan bukunya berjudul(lingkungan bisnis)menyatakan bahwa
lingkungan bisnis merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan secaral, Analisis
lingkungan secara keseluruhan menurut Tan dan Lischert(1994) adalah tidak
mungkin, karena lingkungan sangat kompleks dan saling terkait satu sama lain (interconnected).
Oleh karena itu, lingkunganperlu dipecah menjadi segmen-segmen yang lebih
kecil (Tan & Lischert,1994) yang meliputi : lingkungan paling dekat dengan
organisasi (taskenvironment) dan lingkungan umum (general environment)
yang meliputisektor ekonomi, politik, sosial dan budaya. Terdapat dua
perspektif dalammemandang lingkungan eksternal dari kacamata organisasi (Tan
&Lischert, 1994), yaitu lingkungan eksternal sebagai sumber informasi yangberkaitan
dengan sifat lingkungan yang tidak pasti (environmentaluncertainly) sehingga
menuntut manajer untuk lebih dapat mengenalipeluang, ancaman dan permasalahan
yang muncul (Van Egeren &O’Connor, 1998).Perspektif lainnya adalah
lingkungan sebagai wahanayang menyediakan sumber daya (resources)
(Clark, Varadarajan & Pride, 1994; Tan & Lischert, 1994).Lebih jauh
Michael A.Hitt, R. Duane Ireland & Robert E Hoskisson-1995, menyatakan
bahwa secara umum lingkungan yang mencakup elemendalam masyarakat luas dapat dikelompokkan
dalam berbagai segmen yaitusegmen demografis, ekonomi, politis, hukum, sosial
budaya dan segmenteknologi. Selain itu masih perlu dilakukan analisis
lingkungan industry (Porter-1980) yang mencakup ancaman pesaing baru, kekuatan
pemasok,kekuatan pembeli, adanya barang pengganti serta intensitas
persaingan.Keberhasilan usaha kecil setelah memulai kegiatannya sangat
dipengaruhioleh kondisi lingkungannya (Kathrin Watson, Sandra Hogarth Scott
&Nicholas Wilson) dan kondisi lingkungan itu sendiri dapat dijadikan
sebagai dasar dari strategi perusahaan (Andersen, Cleveland and Schoder,1989;
Hayer and Wheel Wright, 1984; Skinner, 1969).Lingkungan (environment)
memiliki karakteristik (Burn & Stalker- . Chen, Fark dan Mc Millan
(1993)mengungkapkan suatu hipotesa bahwa tingkat lingkungan dinamis sebagaimoderating
variable akan berpengaruh positif terhadap pemilik dalammemperoleh kinerja
yang tinggi. Dalam studi Zahra dan Covin
(1995) menemukanbahwa ketidakstabilan lingkungan memoderasi entrepreneurshipperusahaan
(inovasi, risiko, proaktiveness) memoderasi hubungan kinerja,dan
pengaruh ketidakstabilan lingkungan terhadap hubungan tersebutmeningkat dari
waktu ke waktu.Kajian terhadap lingkungan dapat menuntun manajemen
untukmelakukan scanning terhadap faktor faktor dukungan lingkungan sertafaktor
faktor yang merupakan ancaman lingkungan. Dua aspek kajianlingkungan dapat
dikembangkan berdasarkan studi Daft et all (1988) sertaMcKee et all (1989),
yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang perlu dicermati adalah adanya
tekanan dan dukungan lingkungan terhadap kinerjaperusahaan. Tekanan tekanan
lingkungan itu dapat dimengerti melaluipenelaahan kritis atas tingkat
hostilitas kompetisis yang tinggi,kompleksitas dan dinamika lingkungan yang
terjadi dalam pasar yangkompetitif dan terus berobah. Sementara itu studi Amit
& Shoemaker,1993; Barney,1991; Linquist & Tallman, 1997 menunjukkan
bahwakemampuan organisasi/ perusahaan dan personilnya untuk
bekerja,menyesuaikan diri dan mengelola berbagai tekanan dan dukunganlingkungan
akan membawa pengaruh kepada kinerja perusahaan.Pengenalan lingkungan yang baik
akan memberi dampak pada mutustrategi yang dihasilkan yang pada gilirannya
memberi dampak padakinerja perusahaan. Kaitan lingkungan bisnis dan strategi
telah banyak dilakukandijadikan hipotesis dan secara empiris mempunyai dampak
signifikan terhadap kinerja (Porter-1980; Scherer-1980). Penelitian yang
telahdilakukan menempatkan strategi berada dibawah kontrol manajer, akantetapi
memandang lingkungan sebagai hambatan (constraint) yang dalamsituasi
tertentu, manajer dapat mengubahnya secara proaktif (Hofer &Schedel, 1978;
Pfefer & Salancik, 1978). Dewasa ini telah banyak usahayang dilakukan untuk
menguji hubungan diantara variabel lingkungan,strategi dan kinerja (Hambrick,
1986; Hitt, Ireland & Stader,1982; Jauch,Osborn & Glueck , 1980).
Mengacu pada penelitian Hofer & Schendel(1978); Pfefer & Salancik
(1978); Hambrick (1986). Untuk yang kedua kalinya, temuan para peneliti asing
masih perludibuktikan di Indonesia, karena lingkungan bisnis di Indonesia
masihbelum stabil sebagaimana banyak terjadi di negara yang sedangberkembang,
terutama menyangkut teknologi, hukum, lifestyle, kontinuitaspasokan dll,
terlebih lagi dilingkungan usaha kecil berkait background),ketersediaan
lembaga perkreditan dll. Banyak literatur manajemenstrategik memfokuskan pada
hubungan antara lingkungan, strategi bisnisdan kinerja (Hambrick, 1986; Hitt,
Ireland & Stadter, 1982; Jauch, Osborn& Glueck, 1980).Apakah lingkungan
(1) secara independen terkait denganstrategi bisnis, (2) apakah lingkungan
sebagai moderator hubungan strategidan kinerja, (3) ataukah kombinasi keduanya
atau berbagai variabel yangada (John E Precott-1986).
B.
Strategi
model
Strategi model adalah pola sasaran,
maksud atau tujuan dan kebijakan sertarencana-rencana penting untuk mencapai
tujuan itu, yang dinyatakan dengancara seperti menetapkan bisnis yang dianut
atau akan dianut oleh perusahaandan jenis atau akan menjadi jenis apa
perusahaan ini (Andrew, 1971). Kaitan lingkungan bisnis dan strategi telah
banyak dilakukandijadikan hipotesis dan secara empiris mempunyai dampak
signifikan terhadap kinerja
(Porter-1980; Scherer-1980). Penelitian yang telahdilakukan menempatkan
strategi berada dibawah kontrol manajer, akantetapi memandang lingkungan
sebagai hambatan (constraint) yang dalamsituasi tertentu, manajer dapat
mengubahnya secara proaktif (Hofer &Schedel, 1978; Pfefer & Salancik,
1978). Melalui langkahlangkahnya,suatu perusahaan berusaha mencapai daya saing
strategis danlaba di atas rata-rata, ada dua model utama yang dicapai (Michael
A Hitt, RDuane Ireland & Robert E Hoskisson-1995) :
1. Model
organisasi industrial, yang menyatakan bahwa lingkunganeksternal merupakan
penentu utama, saat perusahaan terjun kedalamindustri khususnya strategi cost
leadership atau differensiasi.
2. Model
berbasis sumberdaya, yang mengasumsikan bahwa masingmasingperusahaan merupakan
sekumpulan sumberdaya dankemampuan yang unik, perusahaan menggunakan sumber
daya dankemampuan yang unik, perusahaan menggunakan sumber daya dankemampuan
yang berharga, langka, tidak dapat ditiru dan tidak dapatdigantikan (kompetensi
inti).
Strategi
adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yangmengaitkan keunggulan
strategi perusahaan dengan tantangan lingkungandan dirancang untuk memastikan
bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan tepat oleh
perusahaan. Sedangkan Strategibisnis adalah metode, praktek dan gaya pembuatan
keputusan yangdipergunakan manager dalam bertindak secara entrepreneur (Lumpkim
andDess, dalam Judi H Gray, 1999,p.3).Strategi merupakan jembatan penghubung antara perusahaan
dengan lingkungannya. Dalam analisis strategi terdapat dua masukan utama yaitu;
analisis lingkungan industri dimana perusahaan itu berada, serta analisis
sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki oleh perusahaan.
1. Model “Lima Kekuatan Persaingan”
dari Porter
Model lima
kekuatan persaingan yang dikembangkan porter mengatakan bahwa kemampulabaan
suatu industry (yang dicerminkan dengna perbandingan antara tingkat
pengembalian dari modal yang ditanamkan dengan biaya modalnya) ditentukan oleh
lima sumber tekanan bersaing. Termasuk didalam kelima sumber tersebut adalah
tiga sumber persaingan “horizontal” yaitu persaingan dari pemasok barang
pengganti , ancaman dari pendatang baru, serta persaingan yang berasal dari
produsen yang sudah berada dalam industri tersebut.model pembuatan anggaran modal yang
mendasar, ada teknik-teknik spesialisasi, seperti analisis risiko, analisis
sensitivitas, simulasi, perencanaan scenario, teori permainan, model penetapan
harga opsi, analisis klaim kontinjen, dan analisis diagram pohon untuk
pengambilan keputusan. Keunggulan
bersaing juga dapat diciptakan dengan cara :
Tahapan
Model I/O
1. Pelajari
lingkungan eksternal
2. Pilih
industri yang menarik
3. Formulasikan
strategi
4. Kembangkan
dan peroleh aset yang diperlukan
5. Implementasi
strategi
6. Gunakan
kekuatan perusahaan untuk mengimplementasikan strategi
7.
Berusaha mencapai kinerja di atas
rata-rata industri
Tahapan
Model Resource-Based
1. Mengidentifikasi
sumber daya perusahaan
2. Tentukan
kapabilitas perusahaan
3. Tentukan
bagaimana sumber daya dan kapabilitas perusahaan dapat menciptakan keunggulan
kompetitif
4. Lokasikan
suatu industri dengan peluang yang dapat dieksploitasi
5. Pilih
strategi terbaik untuk mengeksploitasi sumber daya dan kapabilitas dalam
lingkungan industri
6.
Mengimplementasikan strategi yang
dipilih agar mengungguli pesaing dan memperoleh penghasilan di atas rata-rata
industri
Model Gerilya
1. Berbagai
macam gangguan yang signifikan dan tidak diperkirakan sebelumnya dapat
menghambat perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan
2. Sebuah
organisasi yang berhasil harus pandai dalam menyesuaikan dengan setiap
perubahan yang terjadi
3. Perencanaan strategic berpengaruh
terhadap kinerja perusahaan dalam upaya menciptakan keunggulan bersaing.
2. Persaingan akibat barang subtitusi
Seperti yang telah kita amati sebelumnya. Potensi
keuntungan dari suatu industry ditetntukan juga oleh harga maksimum yang mau
dibayarkan oleh konsumen. Tinggi atau rendahnya harga tersebut terutama
bergantung pada ketersediaan dari barang subtitusi.
3. Ancaman untuk masuk
Jika suatu industri mendapatkan tingkat pengembalian
investasi yang lebih besar dari biaya modalnya, maka industri tersebut akan
menjadi seperti magnit yang kan menarik perusahaan-perusahaan lain yang berada
diluar industri tersebut.
4. Persaingan antara perusahaan-perusahaan yang sudah
mapan.
Pada hampir untuk semua industri, faktor yang paling
dominan dalam menentukan tingkat persaingan yang terjadi antar perusahaan yang
terdapat dalam perusahaan tersebut. Dalam beberapa industri,
perusahaan-perusahaan yang ada akan bersaing dengna agesif, bahkan sampai pada
suatu tingkat dimana dimana harga berada dibawah dibawah biaya yang
dikeluarkan, sehingga secara keseluruhan perusahaan yang berada dalam industri
tersebut mengalami kerugian.
5.
Kekuatan penawaran pembeli
Perusahaan
yang berada dalam suatu industri akan beroperasi dalam dua jenis pasar dalam
pasar untuk input, mereka membeli bahan mentah, komponen,dana, dan jasa buruh
dari pemasok faktor-faktor produksi dan dalam pasar untuk output, mereka
menjual produk dan jasa kepada pelanggan (bisa berupa distributor, pelanggan,
atau perusahaan manufaktur).
6.
Penawaran Pemasaran
Analisis
untuk mencari faktor-faktor yang menentukan kekuatan relatif antara produsen
dalam suatu industri dengan pemasoknya dapat dilakukan dengan cara yang sama
dengan saat kita melakukan analisis hubungan antara produsen dengan pembelinya.
Direktori
perusahaan industry besar dan sedang di Jawa Timur menunjukkan bahwa pada tahun
2005 jumlah kedua kelompok industri ini mencapai 4.941 buah (Disperindag Jatim,
2006).Populasi kelompok ini di Jawa Timur tersebar di seluruh Jawa Timur
seperti Surabaya, Gresik, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, Malang dan
Probolinggo.Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perusahaan manufaktur di
Jawa Timur.Kelompok perusahaan ini yang paling terkena dampak krisis ekonomi,
sehingga memerlukan penyesuaian-penyesuaian dalam strategi korporasinya agar
bisa mengantisipasi lingkungan yang menentu.
C.
Tingkat
pengembalian modal
Tingkat Pengembalian Modal, Menghitung nilai sekarang dari
pendapatan yang diperoleh di masa depan atau menghitung tingkat pengembalian
modal (keuntungan) merupakan cara yang digunakan perusahaan – perusahaan untuk
menilai kesesuaian dari sesuatu investasi yang akan dilakukan. Suatu kegiatan
investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang
pendapatan di masa depan adalah lebih besar daripada nilai sekarang modal yang
diinvestasikan. Para investor yang menginvestasikan
dananya pasti memiliki ekspektasi untuk memperoleh return sebesar-besarnya
dengan risiko investasi tertentu. Untuk investasi pada saham, return
(tingkat pengembalian) yang diperoleh berupa capital gain ataupun
dividen. Sedangkan untuk investasi pada surat hutang, return yang
diperoleh berupa pendapatan bunga. Penelitian ini difokuskan pada pengembalian
investasi berupa dividen. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam
penelitian ini tidak dibahas mengenai capital gains yang biasanya
diinginkan oleh investor yang berorientasi jangka pendek (short term investment)
maupunyang dapat diperoleh melalui stocks split. Fokus pada
dividen karena pemberian dividen merupakan salah satu bentuk
peningkatan kesejahteraan pemegang saham, di mana return merupakan
indikator untuk meningkatkan kesejahteraan para investor dan juga pemegang
saham. Oleh karena itu investor memiliki kepentingan untuk mampu memprediksi
berapa besar tingkat pengembalian investasi mereka. Van Horne (1986: 50)
menjelaskan bahwa besarnya pembayaran dividen akan berfluktuasi dari periode ke
periode sesuai dengan fluktuasi dalam jumlah kesempatan investasi yang dapat
diterima yang tersedia bagi perusahaan tersebut. pula oleh Van Horne (1986:51),
kaitannya dengan dividen sebagai residu pasif, apabila kesempatan investasi
menjanjikan hasil pengembalian yang besar daripada pengembalian yang mereka
syaratkan, para investor akan lebih senang jika perusahaan menahan laba. Jika
hasil pengembalian sama dengan pengembalian yang disyaratkan, mereka akan
merasa indifferen antara penahanan laba dan dividen. Sebaliknya, jika hasil
pengembalian lebih kecil daripada hasil pengembalian yang disyaratkan, mereka
akan lebih suka jika dividen dibagikan. Oleh karena itu, memang penting bagi
seorang investor atau investor potensial untuk mampu memprediksi kebijakan dividen
perusahaan.Michelle & Megawati (2005) menyatakan bahwa tingkat pengembalian
investasi berupa dividen bagi investor dapat diprediksi melalui rasio
profitabilitas, likuiditas, dan leverage (hutang) dari perusahaan. Rasio
profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen
berdasarkan hasil pengembalian dari penjualan investasi serta kemampuan
perusahaan menghasilkan laba (profit) yang akan menjadi dasar pembagian
dividen perusahaan. Rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur
profitabilitas adalah ROA (Return on Assets), ROE (Return on Equity),
dan ROI (Return on Investment).Dalam memprediksi tingkat pengembalian
investasi yang berupa dividen dapat digunakan ROI yang mengukur tingkat
pengembalian investasi atas investasi pada aktiva.Dijelaskan oleh Sutrisno
(2001), keuntungan yang layak dibagikan kepada para pemegang saham adalah
keuntungan setelah perusahaan memenuhi seluruh kewajiban tetapnya yaitu beban
bunga dan pajak. Oleh karena dividen diambil dari keuntungan bersih yang
diperoleh perusahaan, maka keuntungan tersebut akan mempengaruhi besarnya Dividen
PayoutRatio. Semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka akan semakin
besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
PEMBAHASAN MASALAH
1.1.Definisi Analisis
Lingkungan Bisnis
Analisis
Lingkungan Bisnis merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis
dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan yang dapat
menimbulkan suatu peluang atau ancaman. Analisis lingkungan bisnis Adalah
suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau
lingkungan bisnis dalam menentukan peluang atau ncaman.Perusahaan-perusahaan
besar pada umumnya membuat analisis secara terperinci terlebih dahulu mengenai
lingkungan eksternal perusahaannya sebelum melakukan ekspansi bisnis.
Lingkungan itu dapat berupa lingkungan sosial, ekonomi, politik, maupun
teknologi.Pembahasan yang dilakukan lebih mengarah kepada aspek makronya,
meskipun dikaitkan dengan kepentingan perusahaan.analisis
lingkungan yang efektif adalah kemampuan untuk memisahkan faktor yang
benar-benar penting dari faktor-faktor penting lainnya.dari sudut pandang
perusahaan, init dari lingkungan eksternalnya adalah jaringan dari hubungan
bisnis yang dilakukannya.Untuk melihat kondisi
internal Perusahaan, maka digunakan analisis SWOT,yang sifatnya untuk
menggambarkan posisi Perusahaan pada saat ini.Sedangkanuntuk kondisi eksternal
Perusahaan digunakan analisis Porter Model.Agar perusahaan dapat terus eksis
dan berkembang diperlukan strategibisnis, adapun strategi yang digunakan dalam
tesis ini menggunakan analisa SWOTsebagi strategi internal perusahaan.Di dalam
strategi SWOT dapat dijabarkan antara Strength dan Weaknessesmerupakan faktor
internal dari perusahaan tersebut sedangkan Opportunities danthreats
berhubungan dengan faktor eksternal, kadang kala SWOT juga bisa disebutsebagai
internal-eksternal analisis.Strategi SWOT ini juga bisa digunakan untuk
kompetitor dari perusahaandimana kegunaannya adalah untuk memulai bagaimana dan
dimana perusahaantersebut dapat bersaing dengan kompetitor mereka. Adapun
strategi SWOT yangdimiliki oleh PT. Petross sebagai perusahaan yang bergerak
dibidang minyak dan gasbumi sebagai berikut:
a.
Strengths
Kekuatan yang dimiliki oleh
PT. Petross maksudnya adalah faktor internalyang menjadi kekuatan perusahaan
sebagai fungsi daya saing terhadappesaing bisnis mereka.
b.
Weaknesses
Kelemahan yang ada di PT.
Petross maksudnya adalah faktor internal yangmerupakan kelemahan perusahaan
terhadap pesaing bisnis mereka.
c.
Opportunities
Kesempatan yang dimiliki
oleh PT. Petross maksudnya adalah factor eksternal yang menjadi kesempatan
perusahaan untuk dapat mengembangkan
bisnis mereka.
d.
Threats
Ancaman yang ada bagi PT.
Petross maksudnya adalah faktor eksternal yang
dapat menjadikan ancaman
bagi perusahaan dalam upaya untuk
mengembangkan bisnis mereka.
Analisis
lingkungan secara keseluruhan menurut Tan dan Lischert (1994) adalah tidak
mungkin, karena lingkungan sangat kompleks dan saling terkait satu sama lain (interconnected).
Oleh karena itu, lingkungan perlu dipecah menjadi segmen-segmen yang lebih
kecil (Tan & Lischert, 1994) yang meliputi : lingkungan paling dekat dengan
organisasi (task environment) dan lingkungan umum (general
environment) yang meliputi sektor ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Terdapat dua perspektif dalam memandang lingkungan eksternal dari kacamata
organisasi (Tan & Lischert, 1994), yaitu lingkungan eksternal sebagai
sumber informasi yeng berkaitan dengan sifat lingkungan yang tidak pasti
(environmentaluncertainly) sehingga menuntut manajer untuk lebih dapat
mengenali peluang, ancaman dan permasalahan yang muncul (Van Egeren &
O’Connor, 1998).Perspektif lainnya adalah lingkungan sebagai wahana yang
menyediakan sumber daya (resources) (Clark, Varadarajan & Pride,
1994; Tan & Lischert, 1994).secara umum lingkungan yang mencakup elemen
dalam masyarakat luas dapat dikelompokkan dalam berbagai segmen yaitu segmen
demografis, ekonomi, politis, hukum, sosial budaya dan segmen teknologi. Selain
itu masih perlu dilakukan analisis lingkungan industry (Porter-1980) yang
mencakup ancaman pesaing baru, kekuatan pemasok, kekuatan pembeli, adanya
barang pengganti serta intensitas persaingan.
2.1. Lingkungang Bisnis Membadingkan Model
Strategi
Lingkungan perusahaan, sebenernya adalah semua faktor-faktor eksternal yang
mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan serta hasil pelaksanaannya.
Masalah yang dihadapi oleh manajer adalah setelah diberikan informasi tentang
pengaruh eksternal. model strategimerupakan rencana yang
mencakup sejumlah tindakan yang terintegrasi danterkoordinasi untuk mengarahkan
kompetensi inti melalui beberapa cara ataualternative pola-pola perencanaan
yang dipertimbangkan, dipilih, dimplementasikandan dieveluasi untuk mencapai
keunggulan bersaing. Setiap organisasi bisnis selalu berupaya untuk tumbuh dan
berkembangsecara terus menerus, oleh sebab itu organisasi harus memiliki
kemampuanuntuk mengatasi setiap hambatan/tantangan yang dihadapi dan yang
palingkrusial adalah perubahan lingkungan yang sangat dinamis, persaingan
bisnisyang sangat tinggi (hyper competition).Berbagai kekuatan harus
dihadapiseperti; para pesaing, dominasi konsumen, perubahan tehnologi,
deregulasidan perubahan sosial.analisis lingkungan yang efektif adalah kemampuan untuk
memisahkan faktor yang benar-benar penting dari faktor-faktor penting
lainnya.dari sudut pandang perusahaan, init dari lingkungan eksternalnya adalah
jaringan dari hubungan bisnis yang dilakukannya.lingkungan dapat berupa pencegahan
dan penanggulangan dampak negatif, serta peningkatan dampakpositif yang
bersifat strategis. Rencana pengelolaan lingkungan harus diuraikan secara
jelas, sistematis serta mengandung ciri – ciri poikok sebagai berikut :
a. Rencana pengelolaan lingkungan
memuat pokok – pokok arahan, prinsip – prinsip, pedoman, atau persyaratan untuk
mencegah, menanggulangi, m,engendalikan atau meningkatkan dampak penting baik
negatif maupun positif yang bersifat strategis ; dan bila dipandang perlu,
lengkapi pula dengan acuan literatur tentang rancang bangun penanggulangan
dampak dimaksud.
b. Rencana pengelolaan lingkungan
dimaksud perlu dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan bahan
pertimbanagan untuk pembuatan rancangan rinci rekayasa, dan dasar pelaksanaan
kegiatan pengeloalaan lingkungan.
c. Rencana pengelolaan lingkungan
mencakup pula upaya peningkatan kemampuan dan pengetahuan karyawan pemprakarsa
kegiatan dsalam pengelolaan lingkungan hidup melalui kursus – kursus dan
pelatihan.
d. Rencana pengelolaan lingkungan juga
mencakup pembentukan unit organisasi yang bertanggung jawab dibidang lingkungan
untuk melaksanakannya. Sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai suatu
perusahaan, strategi adalah suatu rencana permainan untuk mencapainya.
Setiap usaha harus merancang strategi untuk mencapai sasarannya. Perusahaan
bisnis multidevisional besar, biasanya memiliki tiga level strategi, yaitu
strategi korporasi, strategi bisnis dan strategi fungsional.
Strategi
korporasi menggambarkan arah perusahaan secara keseluruhan mengenai sikap
perusahaan secara umum terhadap pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis dan
lini produk untuk mencapai keseimbangan portofolio produk dan jasa. Strategi
bisnis atau strategi bersaing biasanya dikembangkan dalam level devisi dan
menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan
dalam industri khusus atau segmen pasar yang dilayani oleh devisi tersebut.
Strategi bisnis ini misalnya strategi generik dari Michael E. Porter, strategi
dari Jack Trout, Strategic Intent dari Hamel dan Prahalat dan strategi samudra
biru dari Kim dan Mauborgne. Menurut Porter, perusahaan-perusahaan yang
melakukan strategi yang sama dan ditujukan untuk pasar atau segemen sasaran
yang sama membentuk kelompok strategis. Perusahaan yang melaksanakan
strategis tersebut dengan paling baik akan memperoleh laba paling besar. Jadi
perusahaan yang memiliki biaya paling rendah diantara perusahaan-perusahaan
yang melaksanakan strategi biaya rendah akan tampil paling baik. Kesempatan
bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar
bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan
diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan
antar bisnis dengan dengan lingkungan kemudian ditelaah oleh para usahawan.Pada
mulanya telaah dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa
bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik
sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi
bisnisnya.
3.1.Model Strategi
Berhubungan Dengan Tingkat Pengembalian Modal Awal
Strategi model adalah pola sasaran,
maksud atau tujuan dan kebijakan serta rencana-rencana penting untuk mencapai
tujuan itu, yang dinyatakan dengan cara seperti menetapkan bisnis yang dianut
atau akan dianut oleh perusahaan dan jenis atau akan menjadi jenisnya. kekuatan
persaingan yang dikembangkan porter mengatakan bahwa kemampulabaan suatu
industry (yang dicerminkan dengna perbandingan antara tingkat pengembalian dari
modal yang ditanamkan dengan biaya modalnya) ditentukan oleh lima sumber
tekanan bersaing. Termasuk didalam kelima sumber tersebut adalah tiga sumber
persaingan “horizontal” yaitu persaingan dari pemasok barang pengganti ,
ancaman dari pendatang baru, serta persaingan yang berasal dari produsen yang
sudah berada dalam industri tersebut. model pembuatan anggaran modal yang mendasar, ada
teknik-teknik spesialisasi, seperti analisis risiko, analisis sensitivitas,
simulasi, perencanaan scenario, teori permainan, model penetapan harga opsi,
analisis klaim kontinjen, dan analisis diagram pohon untuk pengambilan
keputusan.Tingkat Pengembalian Modal, Menghitung nilai sekarang dari pendapatan
yang diperoleh di masa depan atau menghitung tingkat pengembalian modal
(keuntungan) merupakan cara yang digunakan perusahaan – perusahaan untuk
menilai kesesuaian dari sesuatu investasi yang akan dilakukan. Suatu kegiatan
investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang
pendapatan di masa depan adalah lebih besar daripada nilai sekarang modal yang
diinvestasikan. Para investor yang menginvestasikan
dananya pasti memiliki ekspektasi untuk memperoleh return sebesar-besarnya
dengan risiko investasi tertentu. Untuk investasi pada saham, return
(tingkat pengembalian) yang diperoleh berupa capital gain ataupun
dividen. Sedangkan untuk investasi pada surat hutang, return yang
diperoleh berupa pendapatan bunga. Penelitian ini difokuskan pada pengembalian
investasi berupa dividen. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam
penelitian ini tidak dibahas mengenai capital gains yang biasanya
diinginkan oleh investor yang berorientasi jangka pendek (short term
investment) maupunyang dapat diperoleh melalui stocks split.
Fokus pada dividen karena pemberian dividen merupakan salah satu
bentuk peningkatan kesejahteraan pemegang saham, di mana return
merupakan indikator untuk meningkatkan kesejahteraan para investor dan juga
pemegang saham. Oleh karena itu investor memiliki kepentingan untuk mampu
memprediksi berapa besar tingkat pengembalian investasi mereka. Van Horne
(1986: 50) menjelaskan bahwa besarnya pembayaran dividen akan berfluktuasi dari
periode ke periode sesuai dengan fluktuasi dalam jumlah kesempatan investasi
yang dapat diterima yang tersedia bagi perusahaan tersebut. pula oleh Van Horne
(1986:51), kaitannya dengan dividen sebagai residu pasif, apabila kesempatan
investasi menjanjikan hasil pengembalian yang besar daripada pengembalian yang
mereka syaratkan, para investor akan lebih senang jika perusahaan menahan laba.
PENUTUP
o KESIMPULAN
Bisnis
dan Perusahaan adalah sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah
kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya. Strategi
merupakan jembatan penghubung antara perusahaan dengan lingkungannya. Dalam
analisis strategi terdapat dua masukan utama yaitu; analisis lingkungan dimana perusahaan itu berada, serta analisis
sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki oleh perusahaan.Lingkungan Bisnis adalah
faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi
atau perusahaan yang dapat menimbulkan suatu peluang atau
ancaman. Lingkungan bisnis Adalah suatu
proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan
bisnis dalam menentukan peluang atau ancaman.Seorang Manajer suatu perusahaan
sebaiknya tidak hanya memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal
organisasi, tetapi juga harus menyadari pentingnya pengaruh lingkungan
eksternal terhadap perusahaan yang dikelolanya.Manajer harus mampu
mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mendiagnosis dan bereaksi
terhadap perubahan lingkungan baik berupa peluang/kesempatan, risiko, ancaman,
hambatan yang berpengaruh terhadap aktifitas operasional perusahaan. (Analisis
SWOT).Lingkungan
bisnis eksternal dapat dibedakan atas lingkunganmakro dan lingkungan
industri.Lingkungan bisnis eksternal diduga berpengaruhterhadap kineija
perusahaan.Pengaruh lingkungan bisnis eksternal terhadapkinerja diduga negatif
artinya dapat menurunkan kinerja.
o SARAN
Makalah
atau tugas ini disusun untuk memperkenalkan tatabahasa dan cara menulis bahasa,
dengan demikian tidak lupa minta maaf kepada teman – teman bahwa semua manusia
itu hidup tidak sempurna kecuali Tuhan, maka jika dalam makalah ini terdapat
kesalahan – kesalahan yang tidak dikagumi kami bersedia menerima kritikan yang
bersifat membangun isi makalah ini lebih sempurna lagi. Pada kesempatan ini
kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pengasuh mata kuliah Studi
Kelayakan Bisnis yang telah membantu dan memberikan arahan kepada kami dan juga
kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Sekali
kami taklupa mengucapkan terima kasih atas perhatiannya.
DAFTAR PUSTAKA
http://abdalah2139.blogspot.com/2009/04/analisis-lingkungan-dan-tanggung-jawab.html
http://www.keranjanginvestasi.com/2013/03/menghitung-tingkat-pengembalian-modal.html
http://firahdite0110.wordpress.com/2013/04/04/investasi/
http://www.makalahmanajemen.com/2010/08/tentang-analisis-lingkungan-bisnis.html
Smith,
G.D, Arnold, D.R. & Bizzell, B.G.(1998).Business Strategy and policy(2nd
ed.). Boston: Houghton MifflinCompany.
Hyland, David C. 2003. The Effect of
Diversification on Firm Value: A Pre and Post Diversification Analysis, Studies
in Economics and Finance Vol. 21, http://www2.uta.edu. Pg. 22–39.
Ikatan
Akuntan Indonesia. 2001. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, Salemba
Empat, Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar