Sabtu, 16 Mei 2015



PERANAN BISNIS DALAM PEREKONOMIAN TERHADAP
LINGKUNGAN MASYARAKAT




         




    OLEH

NAMA            : Agnes Simplicio da Silva
NIM                : 11211120
KELAS           : E/REGULER
MATA KULIAH: Pengantar Bisnis



                FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
                           JURUSAN AKUNTANSI
                          INSTITUTE OF BUSINESS
                                              2014





KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ PERANAN BISNIS DALAM PEREKONOMIAN TERHADAP LINGKUNGAN MASYARAKAT  semoga berkat dan karunia-Nya selalu melimpah rahmat dan kemurahan-Nya bagi kami dapat menyajikan yang terbaik bagi rekan – rekan sekelas dan khususnya bagi dunia pendidikan.
Penulis yakin bahwa makalah ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangannya, tentunya kehadiran makalah ini masih jauh dari apa yang diharapkan, karena adanya keterbatasan kemampuan penulis dapat mengungkapkan isi, mampu merangkai  isi kata – kata yang mudah dimengerti oleh pembaca.
Oleh karena itu penulis menanti saran dan kritik dari pembaca makalah ini untuk menyempurnakan dikemudian hari. Pada kesempatan ini penulis dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun dengan maksud untuk memperkenalkan tata bahasa dan cara penulis bahasa dengan demikian kami tidak lupa pula minta maaf kepada teman atau rekan – rekan kelas bahwa semua manusia tidak sempurna kecuali Allah, maka seandainya dalam makalah ini terdapat kesalahan – kesalahan yang tidak sengaja dan penulis pun bersedia menerima kritikan – kritikan yang bersifat membangun agar isi makalah ini lebih sempurna lagi.


Penulis

DAFTAR ISI
Sampul depan.................................................................................................................. i
Kata pengantar................................................................................................................. ii
Daftar isi.......................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang........................................................................................................... 1
B.     Tujuan ....................................................................................................................... 3
C.     Manfaat ..................................................................................................................... 3
D.    Kondisi/Lingkungan Wilayah.................................................................................... 3
E.     Perumusan Masalah................................................................................................... 5
F.      Batasan Masalah........................................................................................................ 5
BAB II Landasan Teori .................................................................................................. 6
BAB III Pembahasan Masalah
A.    Definisi Bisnis............................................................................................................ 14
B.     Peranan Bisnis Penting Dalam Perekonomian Masyarakat........................................ 15
C.     kegiatan bisnis berjalan dengan lancar....................................................................... 17
-        PENUTUP
-        Kesimpulan ..................................................................................................................... 19
-        Saran................................................................................................................................ 19

 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... 20




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Fenomena globalisasi masuk dan merabah keberbagai sector, khususnya sector ekonomi yang ditandai oleh kerja sama. Perubahan tatanam ekonomi dunia dewasa ini tidak biasa kita tolak atau kita hindar, maka mau tidak  mau kita harus terlibat didalamnya. Lokasi memberikan penekanan pada terintegrasinya organisasi melewati batas – batas wilayah territorial suatu Negara. Oleh karena itu kita harus mampu berkompetisi dalam kehidupan ekonomi untuk menjadi yang tercepat dan terbaik diantara para pesaing melalui strategi yang tepat. Secara umum, penentuan strategi yang tepat bagi perusahaan dimulai dengan mengenali peluang dan ancaman yang terkandung dalam lingkungan eksternal serta memahami kekuatan dan kelemahan pada aspek internal perusahaan. Dengan demikian, perusahaan mampu bersaing dan mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Menurut sharpling (1985 ; 107)” Analisis lingkungan merupakan suatu proses yang digunakan perencanaan strategi untuk memantau sector lingkungan dalam menentukan ancaman – peluang dan kekuatan – kelemahan perusahaan. Sedangkan diagnosis lingkungan menurut W.L.Hill(1989) merupakan keputusan manajemen yang diambil berdasarkan penilaian pentingnya data (peluang – ancaman – dan kekuatan – kelemahan ) analisis lingkungan, bisnis tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat. Hasilnya adalah pertumbuhan lapangan kerja dan kekayaan yang menjadikan mungkin untuk memiliki standar dan kualitas kehidupan yang tinggi.Kondisi lingkungan yang salah, sebaliknya membawa pada kegagalan bisnis, kehilangan pekerjaan, dan standar serta kualitas hidup yang rendah.Singkatnya, untuk menciptakan lingkungan bisnis yang tepat merupakan dasar bagi segala jenis kemajuan sosial, termasuk sekolah - sekolah yang baik, udara, dan air yang bersih, perawatan kesehatan yang baik, serta tingkat kejahatan yang rendah.perusahaan besar yang melakukan aktivitas bisnis di negara kita, dan tidak tanggung-tanggung keuntungan yang bisa mereka dapatkan, pastinya sangat besar. Memang perusahaan berperan penting juga dalam hal perekonomian dan merupakan pengerak ekonomi juga.Namun sebagai lembaga ekonomi yang memiliki fungsi multyplayer, eksistensi perusahaan menjadi salah satu sendi utama dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara karena dengan adanya kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan tadi, maka kebutuhan masyarakat akan dapat dipenuhi, aktivitas masyarakat di bidang ekonomipun dapat berjalan, termasuk adanya penyerapan tenaga kerja melalui perusahaan tersebut.Sebaliknya perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu berdampingan dengan masyarakat karena perusahaan memiliki peran ganda, yaitu sebagai produsen yang memerlukan masyarakat sebagai konsumen dan pendukung kelancaran usahanya, perusahaan juga memiliki peran sebagai konsumen.Oleh karena itu tercipta hubungan timbal balik dan saling pengaruh-mempengaruhi antara perusahaan, masyarakat dan juga pemerintah.Suatu perusahaan seharusnya tidak hanya mengeruk keuntungan sebanyak mungkin, tetapi juga mempunyai etika dalam bertindak menggunakan sumberdaya manusia dan lingkungan guna turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pengukuran kinerja yang semata dicermati dari komponen keuangan dan keuntungan (finance) tidak akan mampu membesarkan dan melestarikan , karena seringkali berhadapan dengan konflik pekerja, konflik dengan masyarakat sekitar dan semakin jauh dari prinsip pengelolaan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.pihak perusahaan dan masyarakat bukanlah dua pihak yangberbeda dan bertolak belakang, namun merupakan bagian yang takterpisahkan.
Suatu perusahaan melakukan investasi dengan tujuan memperoleh keuntungan.Untuk memperoleh keuntungan harus pandai – pandai dalam menghitung suku bunga. Perusahaan akan menanam modal jika tingkat pengembalian modal dari investasi yang dilakukan, yaitu persentase keuntungan yang akan diperoleh sebelum dikurangi dengan uang yang dibayar lebih besar dari bunga. Jadi, tingkat suku bunga sangat menentukan investasi. Seorang pengusaha akan memperoleh keuntungan jika tingkat, keuntungan yang akan diperoleh keuntungan yang akan diperoleh lebih besar suku bunga yang harus dibayar.
B.     Tujuan
Tujuan dari tugas ini berbicara tentang analisis lingkungan bisnis dan sebagai suatu proses untuk berdagang. Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang.Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang emaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.rencana-rencana penting untuk mencapai tujuan itu, yang dinyatakan dengan cara seperti menetapkan bisnis yang dianut atau akan dianut oleh perusahaan dan jenis atau akan menjadi jenis apa perusahaan ini

C.    Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai masalah yang dibahas.
2.Sebagai latihan untuk menambah pengalaman dalam mempraktekkan teori yang diterima dibangku kuliah.
D.    Kondisi/lingkungan wilayah
Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan dan diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.
Implementasi AMDAL sangat perlu di sosialisasikan tidak hanya kepada masyarakat namu perlu juga pada para calon investor agar dapat mengetahui perihal AMDAL di Indonesia. Karena semua tahu bahwa proses pembangunan di gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi, sosial dan budaya. Dengan implementasi AMDAL yang sesuai dengan aturan yang ada maka di harapkan akan berdampak positip pada recovery ekonomi pada suatu daerah.AMDAL bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses AMDAL yang lebih besar dan lebih penting, menyeluruh dan uruh dari perusahaan dan lingkungannya, Aktivitas pengelolaan lingkungan baru dapat dilakukan apabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusun berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan timbul akibat dari proyek yang akan dibangun.
Kondisi/lingkungan industri jauh lebih penting dan lebih menentukan aturan persaingan di bandingkan dengan lingkungan umum, karena kekuatan lingkungan umum dalam mempengaruhi persaingan sifatnya sangat relatif.Artinya, jika terjadi perubahan dalam lingkungan umum-faktor ekonomi, sosial, politik dan hukum, tekhnologi dan demografi yang terkena pengaruh akibat perubahan tersebut bukan hanya sebuah perusahaan melainkan semua perusahaan yang ada dalam suatu industri.Dengan demikian jika terjadi perubahan pada tingkatan lingkungan umum kunci keberhasilan terletak pada kemampuan yang berlaian dari masing-masing perusahaan untuk menanggulangi implikasi dari perubahan tersebut.
Jika salah lingkungan persaingan, implikasi selanjutnya adalah salah menentukan tujuan serta merumuskan strategi bersaig.Analisis lingkungan eksternal mencangkup pemahaman berbagai factor di luar perusahaan yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis / bahkan ancaman bagi perusahaan.Di dalam analisis lingkungan eksternal berupaya memilah permasalahan global yang dihadapi perusahaan dalam bentuk, fungsi dan keterkaitan antar bagian. Bagi pengembangan strategic, analisis ini di butuhkan tidak hanya terbatas pada rincian analisis kesempatan dan ancaman saja tetapi juga untuk menentukan dari mana dan untuk apa hasil analisis itu di pergunakan .


E.     Perumusan masalah
Dalam tugas atau makalah ini yang tercantum dalam latar belakang maka terjadilah masalah – masalah yang akan dibahas dan dapat dirumuskan sebagai berikut ;
1.      Definisi analisis lingkungan bisnis ?
2.      Mengapa lingkungang bisnis membadingkan model strategi?
3.      Bagaimana model strategi berhubungan dengan tingkat pengembalian modal awal?

F.     Pembatasan masalah
Berdasarkan sub-sub masalah yang telah diungkapkan diatas, maka penulisan membatasi masalah  ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui tentang definisi analisis lingkungan Bisnis
2. Mengetahui lingkungang bisnis membadingkan model strategi
3.Mengetahuimodel strategi berhubungan dengan tingkat pengembalian modal awal








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI
A.    Pengertian lingkungan bisnis
Lingkungan Bisnis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan  yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman.  Lingkungan bisnis Adalah suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan bisnis dalam menentukan peluang atau ancaman.
Menurut tata sutarman dengan bukunya berjudul(lingkungan bisnis)menyatakan bahwa lingkungan bisnis merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan secaral, Analisis lingkungan secara keseluruhan menurut Tan dan Lischert(1994) adalah tidak mungkin, karena lingkungan sangat kompleks dan saling terkait satu sama lain (interconnected). Oleh karena itu, lingkunganperlu dipecah menjadi segmen-segmen yang lebih kecil (Tan & Lischert,1994) yang meliputi : lingkungan paling dekat dengan organisasi (taskenvironment) dan lingkungan umum (general environment) yang meliputisektor ekonomi, politik, sosial dan budaya. Terdapat dua perspektif dalammemandang lingkungan eksternal dari kacamata organisasi (Tan &Lischert, 1994), yaitu lingkungan eksternal sebagai sumber informasi yangberkaitan dengan sifat lingkungan yang tidak pasti (environmentaluncertainly) sehingga menuntut manajer untuk lebih dapat mengenalipeluang, ancaman dan permasalahan yang muncul (Van Egeren &O’Connor, 1998).Perspektif lainnya adalah lingkungan sebagai wahanayang menyediakan sumber daya (resources) (Clark, Varadarajan & Pride, 1994; Tan & Lischert, 1994).Lebih jauh Michael A.Hitt, R. Duane Ireland & Robert E Hoskisson-1995, menyatakan bahwa secara umum lingkungan yang mencakup elemendalam masyarakat luas dapat dikelompokkan dalam berbagai segmen yaitusegmen demografis, ekonomi, politis, hukum, sosial budaya dan segmenteknologi. Selain itu masih perlu dilakukan analisis lingkungan industry (Porter-1980) yang mencakup ancaman pesaing baru, kekuatan pemasok,kekuatan pembeli, adanya barang pengganti serta intensitas persaingan.Keberhasilan usaha kecil setelah memulai kegiatannya sangat dipengaruhioleh kondisi lingkungannya (Kathrin Watson, Sandra Hogarth Scott &Nicholas Wilson) dan kondisi lingkungan itu sendiri dapat dijadikan sebagai dasar dari strategi perusahaan (Andersen, Cleveland and Schoder,1989; Hayer and Wheel Wright, 1984; Skinner, 1969).Lingkungan (environment) memiliki karakteristik (Burn & Stalker- . Chen, Fark dan Mc Millan (1993)mengungkapkan suatu hipotesa bahwa tingkat lingkungan dinamis sebagaimoderating variable akan berpengaruh positif terhadap pemilik dalammemperoleh kinerja yang tinggi.  Dalam studi Zahra dan Covin (1995) menemukanbahwa ketidakstabilan lingkungan memoderasi entrepreneurshipperusahaan (inovasi, risiko, proaktiveness) memoderasi hubungan kinerja,dan pengaruh ketidakstabilan lingkungan terhadap hubungan tersebutmeningkat dari waktu ke waktu.Kajian terhadap lingkungan dapat menuntun manajemen untukmelakukan scanning terhadap faktor faktor dukungan lingkungan sertafaktor faktor yang merupakan ancaman lingkungan. Dua aspek kajianlingkungan dapat dikembangkan berdasarkan studi Daft et all (1988) sertaMcKee et all (1989), yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang perlu dicermati adalah adanya tekanan dan dukungan lingkungan terhadap kinerjaperusahaan. Tekanan tekanan lingkungan itu dapat dimengerti melaluipenelaahan kritis atas tingkat hostilitas kompetisis yang tinggi,kompleksitas dan dinamika lingkungan yang terjadi dalam pasar yangkompetitif dan terus berobah. Sementara itu studi Amit & Shoemaker,1993; Barney,1991; Linquist & Tallman, 1997 menunjukkan bahwakemampuan organisasi/ perusahaan dan personilnya untuk bekerja,menyesuaikan diri dan mengelola berbagai tekanan dan dukunganlingkungan akan membawa pengaruh kepada kinerja perusahaan.Pengenalan lingkungan yang baik akan memberi dampak pada mutustrategi yang dihasilkan yang pada gilirannya memberi dampak padakinerja perusahaan. Kaitan lingkungan bisnis dan strategi telah banyak dilakukandijadikan hipotesis dan secara empiris mempunyai dampak signifikan terhadap kinerja (Porter-1980; Scherer-1980). Penelitian yang telahdilakukan menempatkan strategi berada dibawah kontrol manajer, akantetapi memandang lingkungan sebagai hambatan (constraint) yang dalamsituasi tertentu, manajer dapat mengubahnya secara proaktif (Hofer &Schedel, 1978; Pfefer & Salancik, 1978). Dewasa ini telah banyak usahayang dilakukan untuk menguji hubungan diantara variabel lingkungan,strategi dan kinerja (Hambrick, 1986; Hitt, Ireland & Stader,1982; Jauch,Osborn & Glueck , 1980). Mengacu pada penelitian Hofer & Schendel(1978); Pfefer & Salancik (1978); Hambrick (1986). Untuk yang kedua kalinya, temuan para peneliti asing masih perludibuktikan di Indonesia, karena lingkungan bisnis di Indonesia masihbelum stabil sebagaimana banyak terjadi di negara yang sedangberkembang, terutama menyangkut teknologi, hukum, lifestyle, kontinuitaspasokan dll, terlebih lagi dilingkungan usaha kecil berkait background),ketersediaan lembaga perkreditan dll. Banyak literatur manajemenstrategik memfokuskan pada hubungan antara lingkungan, strategi bisnisdan kinerja (Hambrick, 1986; Hitt, Ireland & Stadter, 1982; Jauch, Osborn& Glueck, 1980).Apakah lingkungan (1) secara independen terkait denganstrategi bisnis, (2) apakah lingkungan sebagai moderator hubungan strategidan kinerja, (3) ataukah kombinasi keduanya atau berbagai variabel yangada (John E Precott-1986).




B.     Strategi model
Strategi model adalah pola sasaran, maksud atau tujuan dan kebijakan sertarencana-rencana penting untuk mencapai tujuan itu, yang dinyatakan dengancara seperti menetapkan bisnis yang dianut atau akan dianut oleh perusahaandan jenis atau akan menjadi jenis apa perusahaan ini (Andrew, 1971). Kaitan lingkungan bisnis dan strategi telah banyak dilakukandijadikan hipotesis dan secara empiris mempunyai dampak signifikan  terhadap kinerja (Porter-1980; Scherer-1980). Penelitian yang telahdilakukan menempatkan strategi berada dibawah kontrol manajer, akantetapi memandang lingkungan sebagai hambatan (constraint) yang dalamsituasi tertentu, manajer dapat mengubahnya secara proaktif (Hofer &Schedel, 1978; Pfefer & Salancik, 1978). Melalui langkahlangkahnya,suatu perusahaan berusaha mencapai daya saing strategis danlaba di atas rata-rata, ada dua model utama yang dicapai (Michael A Hitt, RDuane Ireland & Robert E Hoskisson-1995) :
1.      Model organisasi industrial, yang menyatakan bahwa lingkunganeksternal merupakan penentu utama, saat perusahaan terjun kedalamindustri khususnya strategi cost leadership atau differensiasi.
2.      Model berbasis sumberdaya, yang mengasumsikan bahwa masingmasingperusahaan merupakan sekumpulan sumberdaya dankemampuan yang unik, perusahaan menggunakan sumber daya dankemampuan yang unik, perusahaan menggunakan sumber daya dankemampuan yang berharga, langka, tidak dapat ditiru dan tidak dapatdigantikan (kompetensi inti).

Strategi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yangmengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungandan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan tepat oleh perusahaan. Sedangkan Strategibisnis adalah metode, praktek dan gaya pembuatan keputusan yangdipergunakan manager dalam bertindak secara entrepreneur (Lumpkim andDess, dalam Judi H Gray, 1999,p.3).Strategi merupakan jembatan penghubung antara perusahaan dengan lingkungannya. Dalam analisis strategi terdapat dua masukan utama yaitu; analisis lingkungan industri dimana perusahaan itu berada, serta analisis sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki oleh perusahaan.

1. Model “Lima Kekuatan Persaingan” dari Porter
   Model lima kekuatan persaingan yang dikembangkan porter mengatakan bahwa kemampulabaan suatu industry (yang dicerminkan dengna perbandingan antara tingkat pengembalian dari modal yang ditanamkan dengan biaya modalnya) ditentukan oleh lima sumber tekanan bersaing. Termasuk didalam kelima sumber tersebut adalah tiga sumber persaingan “horizontal”  yaitu persaingan dari pemasok barang pengganti , ancaman dari pendatang baru, serta persaingan yang berasal dari produsen yang sudah berada dalam industri tersebut.model pembuatan anggaran modal yang mendasar, ada teknik-teknik spesialisasi, seperti analisis risiko, analisis sensitivitas, simulasi, perencanaan scenario, teori permainan, model penetapan harga opsi, analisis klaim kontinjen, dan analisis diagram pohon untuk pengambilan keputusan. Keunggulan bersaing juga dapat diciptakan dengan cara :

Tahapan Model I/O
1.      Pelajari lingkungan eksternal
2.      Pilih industri yang menarik
3.      Formulasikan strategi
4.      Kembangkan dan peroleh aset yang diperlukan
5.      Implementasi strategi
6.      Gunakan kekuatan perusahaan untuk mengimplementasikan strategi
7.      Berusaha mencapai kinerja di atas rata-rata industri

Tahapan Model Resource-Based
1.      Mengidentifikasi sumber daya perusahaan
2.      Tentukan kapabilitas perusahaan
3.      Tentukan bagaimana sumber daya dan kapabilitas perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif
4.      Lokasikan suatu industri dengan peluang yang dapat dieksploitasi
5.      Pilih strategi terbaik untuk mengeksploitasi sumber daya dan kapabilitas dalam lingkungan industri
6.      Mengimplementasikan strategi yang dipilih agar mengungguli pesaing dan memperoleh penghasilan di atas rata-rata industri
Model Gerilya
1.      Berbagai macam gangguan yang signifikan dan tidak diperkirakan sebelumnya dapat menghambat perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan
2.      Sebuah organisasi yang berhasil harus pandai dalam menyesuaikan dengan setiap perubahan yang terjadi

3.      Perencanaan strategic berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dalam upaya menciptakan keunggulan bersaing.

2. Persaingan akibat barang subtitusi
Seperti yang telah kita amati sebelumnya. Potensi keuntungan dari suatu industry ditetntukan juga oleh harga maksimum yang mau dibayarkan oleh konsumen. Tinggi atau rendahnya harga tersebut terutama bergantung pada ketersediaan dari barang subtitusi.
3. Ancaman untuk masuk
Jika suatu industri mendapatkan tingkat pengembalian investasi yang lebih besar dari biaya modalnya, maka industri tersebut akan menjadi seperti magnit yang kan menarik perusahaan-perusahaan lain yang berada diluar industri tersebut.
4. Persaingan antara perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.
Pada hampir untuk semua industri, faktor yang paling dominan dalam menentukan tingkat persaingan yang terjadi antar perusahaan yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Dalam beberapa industri, perusahaan-perusahaan yang ada akan bersaing dengna agesif, bahkan sampai pada suatu tingkat dimana dimana harga berada dibawah dibawah biaya yang dikeluarkan, sehingga secara keseluruhan perusahaan yang berada dalam industri tersebut mengalami kerugian.



5. Kekuatan penawaran pembeli
Perusahaan yang berada dalam suatu industri akan beroperasi dalam dua jenis pasar dalam pasar untuk input, mereka membeli bahan mentah, komponen,dana, dan jasa buruh dari pemasok faktor-faktor produksi dan dalam pasar untuk output, mereka menjual produk dan jasa kepada pelanggan (bisa berupa distributor, pelanggan, atau perusahaan manufaktur).
6. Penawaran Pemasaran
Analisis untuk mencari faktor-faktor yang menentukan kekuatan relatif antara produsen dalam suatu industri dengan pemasoknya dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan saat kita melakukan analisis hubungan antara produsen dengan pembelinya.
Direktori perusahaan industry besar dan sedang di Jawa Timur menunjukkan bahwa pada tahun 2005 jumlah kedua kelompok industri ini mencapai 4.941 buah (Disperindag Jatim, 2006).Populasi kelompok ini di Jawa Timur tersebar di seluruh Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, Malang dan Probolinggo.Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perusahaan manufaktur di Jawa Timur.Kelompok perusahaan ini yang paling terkena dampak krisis ekonomi, sehingga memerlukan penyesuaian-penyesuaian dalam strategi korporasinya agar bisa mengantisipasi lingkungan yang menentu.


C.    Tingkat pengembalian modal
Tingkat Pengembalian Modal, Menghitung nilai sekarang dari pendapatan yang diperoleh di masa depan atau menghitung tingkat pengembalian modal (keuntungan) merupakan cara yang digunakan perusahaan – perusahaan untuk menilai kesesuaian dari sesuatu investasi yang akan dilakukan. Suatu kegiatan investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang pendapatan di masa depan adalah lebih besar daripada nilai sekarang modal yang diinvestasikan.      Para investor yang menginvestasikan dananya pasti memiliki ekspektasi untuk memperoleh return sebesar-besarnya dengan risiko investasi tertentu. Untuk investasi pada saham, return (tingkat pengembalian) yang diperoleh berupa capital gain ataupun dividen. Sedangkan untuk investasi pada surat hutang, return yang diperoleh berupa pendapatan bunga. Penelitian ini difokuskan pada pengembalian investasi berupa dividen. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam penelitian ini tidak dibahas mengenai capital gains yang biasanya diinginkan oleh investor yang berorientasi jangka pendek (short term investment) maupunyang dapat diperoleh melalui stocks split.  Fokus pada dividen  karena  pemberian dividen merupakan salah satu bentuk peningkatan kesejahteraan pemegang saham, di mana return merupakan indikator untuk meningkatkan kesejahteraan para investor dan juga pemegang saham. Oleh karena itu investor memiliki kepentingan untuk mampu memprediksi berapa besar tingkat pengembalian investasi mereka. Van Horne (1986: 50) menjelaskan bahwa besarnya pembayaran dividen akan berfluktuasi dari periode ke periode sesuai dengan fluktuasi dalam jumlah kesempatan investasi yang dapat diterima yang tersedia bagi perusahaan tersebut. pula oleh Van Horne (1986:51), kaitannya dengan dividen sebagai residu pasif, apabila kesempatan investasi menjanjikan hasil pengembalian yang besar daripada pengembalian yang mereka syaratkan, para investor akan lebih senang jika perusahaan menahan laba. Jika hasil pengembalian sama dengan pengembalian yang disyaratkan, mereka akan merasa indifferen antara penahanan laba dan dividen. Sebaliknya, jika hasil pengembalian lebih kecil daripada hasil pengembalian yang disyaratkan, mereka akan lebih suka jika dividen dibagikan. Oleh karena itu, memang penting bagi seorang investor atau investor potensial untuk mampu memprediksi kebijakan dividen perusahaan.Michelle & Megawati (2005) menyatakan bahwa tingkat pengembalian investasi berupa dividen bagi investor dapat diprediksi melalui rasio profitabilitas, likuiditas, dan leverage (hutang) dari perusahaan. Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian dari penjualan investasi serta kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profit) yang akan menjadi dasar pembagian dividen perusahaan. Rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur profitabilitas adalah ROA (Return on Assets), ROE (Return on Equity), dan ROI (Return on Investment).Dalam memprediksi tingkat pengembalian investasi yang berupa dividen dapat digunakan ROI yang mengukur tingkat pengembalian investasi atas investasi pada aktiva.Dijelaskan oleh Sutrisno (2001), keuntungan yang layak dibagikan kepada para pemegang saham adalah keuntungan setelah perusahaan memenuhi seluruh kewajiban tetapnya yaitu beban bunga dan pajak. Oleh karena dividen diambil dari keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan, maka keuntungan tersebut akan mempengaruhi besarnya Dividen PayoutRatio. Semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.












BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

1.1.Definisi Analisis Lingkungan Bisnis
Analisis Lingkungan Bisnis merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan  yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman. Analisis lingkungan bisnis Adalah suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan bisnis dalam menentukan peluang atau ncaman.Perusahaan-perusahaan besar pada umumnya membuat analisis secara terperinci terlebih dahulu mengenai lingkungan eksternal perusahaannya sebelum melakukan ekspansi bisnis. Lingkungan itu dapat berupa lingkungan sosial, ekonomi, politik, maupun teknologi.Pembahasan yang dilakukan lebih mengarah kepada aspek makronya, meskipun dikaitkan dengan kepentingan perusahaan.analisis lingkungan yang efektif adalah kemampuan untuk memisahkan faktor yang benar-benar penting dari faktor-faktor penting lainnya.dari sudut pandang perusahaan, init dari lingkungan eksternalnya adalah jaringan dari hubungan bisnis yang dilakukannya.Untuk melihat kondisi internal Perusahaan, maka digunakan analisis SWOT,yang sifatnya untuk menggambarkan posisi Perusahaan pada saat ini.Sedangkanuntuk kondisi eksternal Perusahaan digunakan analisis Porter Model.Agar perusahaan dapat terus eksis dan berkembang diperlukan strategibisnis, adapun strategi yang digunakan dalam tesis ini menggunakan analisa SWOTsebagi strategi internal perusahaan.Di dalam strategi SWOT dapat dijabarkan antara Strength dan Weaknessesmerupakan faktor internal dari perusahaan tersebut sedangkan Opportunities danthreats berhubungan dengan faktor eksternal, kadang kala SWOT juga bisa disebutsebagai internal-eksternal analisis.Strategi SWOT ini juga bisa digunakan untuk kompetitor dari perusahaandimana kegunaannya adalah untuk memulai bagaimana dan dimana perusahaantersebut dapat bersaing dengan kompetitor mereka. Adapun strategi SWOT yangdimiliki oleh PT. Petross sebagai perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gasbumi sebagai berikut:
a.      Strengths
Kekuatan yang dimiliki oleh PT. Petross maksudnya adalah faktor internalyang menjadi kekuatan perusahaan sebagai fungsi daya saing terhadappesaing bisnis mereka.
b.      Weaknesses
Kelemahan yang ada di PT. Petross maksudnya adalah faktor internal yangmerupakan kelemahan perusahaan terhadap pesaing bisnis mereka.
c.       Opportunities
Kesempatan yang dimiliki oleh PT. Petross maksudnya adalah factor eksternal yang menjadi kesempatan perusahaan untuk dapat mengembangkan
bisnis mereka.
d.      Threats
Ancaman yang ada bagi PT. Petross maksudnya adalah faktor eksternal yang
dapat menjadikan ancaman bagi perusahaan dalam upaya untuk
mengembangkan bisnis mereka.

Analisis lingkungan secara keseluruhan menurut Tan dan Lischert (1994) adalah tidak mungkin, karena lingkungan sangat kompleks dan saling terkait satu sama lain (interconnected). Oleh karena itu, lingkungan perlu dipecah menjadi segmen-segmen yang lebih kecil (Tan & Lischert, 1994) yang meliputi : lingkungan paling dekat dengan organisasi (task environment) dan lingkungan umum (general environment) yang meliputi sektor ekonomi, politik, sosial dan budaya. Terdapat dua perspektif dalam memandang lingkungan eksternal dari kacamata organisasi (Tan & Lischert, 1994), yaitu lingkungan eksternal sebagai sumber informasi yeng berkaitan dengan sifat lingkungan yang tidak pasti (environmentaluncertainly) sehingga menuntut manajer untuk lebih dapat mengenali peluang, ancaman dan permasalahan yang muncul (Van Egeren & O’Connor, 1998).Perspektif lainnya adalah lingkungan sebagai wahana yang menyediakan sumber daya (resources) (Clark, Varadarajan & Pride, 1994; Tan & Lischert, 1994).secara umum lingkungan yang mencakup elemen dalam masyarakat luas dapat dikelompokkan dalam berbagai segmen yaitu segmen demografis, ekonomi, politis, hukum, sosial budaya dan segmen teknologi. Selain itu masih perlu dilakukan analisis lingkungan industry (Porter-1980) yang mencakup ancaman pesaing baru, kekuatan pemasok, kekuatan pembeli, adanya barang pengganti serta intensitas persaingan.

2.1. Lingkungang Bisnis Membadingkan Model Strategi 
Lingkungan perusahaan, sebenernya adalah semua faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan serta hasil pelaksanaannya. Masalah yang dihadapi oleh manajer adalah setelah diberikan informasi tentang pengaruh eksternal. model strategimerupakan rencana yang mencakup sejumlah tindakan yang terintegrasi danterkoordinasi untuk mengarahkan kompetensi inti melalui beberapa cara ataualternative pola-pola perencanaan yang dipertimbangkan, dipilih, dimplementasikandan dieveluasi untuk mencapai keunggulan bersaing. Setiap organisasi bisnis selalu berupaya untuk tumbuh dan berkembangsecara terus menerus, oleh sebab itu organisasi harus memiliki kemampuanuntuk mengatasi setiap hambatan/tantangan yang dihadapi dan yang palingkrusial adalah perubahan lingkungan yang sangat dinamis, persaingan bisnisyang sangat tinggi (hyper competition).Berbagai kekuatan harus dihadapiseperti; para pesaing, dominasi konsumen, perubahan tehnologi, deregulasidan perubahan sosial.analisis lingkungan yang efektif adalah kemampuan untuk memisahkan faktor yang benar-benar penting dari faktor-faktor penting lainnya.dari sudut pandang perusahaan, init dari lingkungan eksternalnya adalah jaringan dari hubungan bisnis yang dilakukannya.lingkungan dapat berupa pencegahan dan penanggulangan dampak negatif, serta peningkatan dampakpositif yang bersifat strategis. Rencana pengelolaan lingkungan harus diuraikan secara jelas, sistematis serta mengandung ciri – ciri poikok sebagai berikut :

a.       Rencana pengelolaan lingkungan memuat pokok – pokok arahan, prinsip – prinsip, pedoman, atau persyaratan untuk mencegah, menanggulangi, m,engendalikan atau meningkatkan dampak penting baik negatif maupun positif yang bersifat strategis ; dan bila dipandang perlu, lengkapi pula dengan acuan literatur tentang rancang bangun penanggulangan dampak dimaksud.
b.      Rencana pengelolaan lingkungan dimaksud perlu dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan bahan pertimbanagan untuk pembuatan rancangan rinci rekayasa, dan dasar pelaksanaan kegiatan pengeloalaan lingkungan.
c.       Rencana pengelolaan lingkungan mencakup pula upaya peningkatan kemampuan dan pengetahuan karyawan pemprakarsa kegiatan dsalam pengelolaan lingkungan hidup melalui kursus – kursus dan pelatihan.
d.      Rencana pengelolaan lingkungan juga mencakup pembentukan unit organisasi yang bertanggung jawab dibidang lingkungan untuk melaksanakannya. Sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai suatu perusahaan, strategi adalah suatu rencana permainan untuk mencapainya. Setiap usaha harus merancang strategi untuk mencapai sasarannya. Perusahaan bisnis multidevisional besar, biasanya memiliki tiga level strategi, yaitu strategi korporasi, strategi bisnis dan strategi fungsional.
Strategi korporasi menggambarkan arah perusahaan secara keseluruhan mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis dan lini produk untuk mencapai keseimbangan portofolio produk dan jasa. Strategi bisnis atau strategi bersaing biasanya dikembangkan dalam level devisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan dalam industri khusus atau segmen pasar yang dilayani oleh devisi tersebut. Strategi bisnis ini misalnya strategi generik dari Michael E. Porter, strategi dari Jack Trout, Strategic Intent dari Hamel dan Prahalat dan strategi samudra biru dari Kim dan Mauborgne. Menurut Porter, perusahaan-perusahaan yang melakukan strategi yang sama dan ditujukan untuk pasar atau segemen sasaran yang sama membentuk kelompok strategis. Perusahaan yang melaksanakan strategis tersebut dengan paling baik akan memperoleh laba paling besar. Jadi perusahaan yang memiliki biaya paling rendah diantara perusahaan-perusahaan yang melaksanakan strategi biaya rendah akan tampil paling baik. Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan dengan lingkungan kemudian ditelaah oleh para usahawan.Pada mulanya telaah dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya.
3.1.Model Strategi Berhubungan Dengan Tingkat Pengembalian Modal Awal
Strategi model adalah pola sasaran, maksud atau tujuan dan kebijakan serta rencana-rencana penting untuk mencapai tujuan itu, yang dinyatakan dengan cara seperti menetapkan bisnis yang dianut atau akan dianut oleh perusahaan dan jenis atau akan menjadi jenisnya. kekuatan persaingan yang dikembangkan porter mengatakan bahwa kemampulabaan suatu industry (yang dicerminkan dengna perbandingan antara tingkat pengembalian dari modal yang ditanamkan dengan biaya modalnya) ditentukan oleh lima sumber tekanan bersaing. Termasuk didalam kelima sumber tersebut adalah tiga sumber persaingan “horizontal”  yaitu persaingan dari pemasok barang pengganti , ancaman dari pendatang baru, serta persaingan yang berasal dari produsen yang sudah berada dalam industri tersebut. model pembuatan anggaran modal yang mendasar, ada teknik-teknik spesialisasi, seperti analisis risiko, analisis sensitivitas, simulasi, perencanaan scenario, teori permainan, model penetapan harga opsi, analisis klaim kontinjen, dan analisis diagram pohon untuk pengambilan keputusan.Tingkat Pengembalian Modal, Menghitung nilai sekarang dari pendapatan yang diperoleh di masa depan atau menghitung tingkat pengembalian modal (keuntungan) merupakan cara yang digunakan perusahaan – perusahaan untuk menilai kesesuaian dari sesuatu investasi yang akan dilakukan. Suatu kegiatan investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang pendapatan di masa depan adalah lebih besar daripada nilai sekarang modal yang diinvestasikan.      Para investor yang menginvestasikan dananya pasti memiliki ekspektasi untuk memperoleh return sebesar-besarnya dengan risiko investasi tertentu. Untuk investasi pada saham, return (tingkat pengembalian) yang diperoleh berupa capital gain ataupun dividen. Sedangkan untuk investasi pada surat hutang, return yang diperoleh berupa pendapatan bunga. Penelitian ini difokuskan pada pengembalian investasi berupa dividen. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam penelitian ini tidak dibahas mengenai capital gains yang biasanya diinginkan oleh investor yang berorientasi jangka pendek (short term investment) maupunyang dapat diperoleh melalui stocks split.  Fokus pada dividen  karena  pemberian dividen merupakan salah satu bentuk peningkatan kesejahteraan pemegang saham, di mana return merupakan indikator untuk meningkatkan kesejahteraan para investor dan juga pemegang saham. Oleh karena itu investor memiliki kepentingan untuk mampu memprediksi berapa besar tingkat pengembalian investasi mereka. Van Horne (1986: 50) menjelaskan bahwa besarnya pembayaran dividen akan berfluktuasi dari periode ke periode sesuai dengan fluktuasi dalam jumlah kesempatan investasi yang dapat diterima yang tersedia bagi perusahaan tersebut. pula oleh Van Horne (1986:51), kaitannya dengan dividen sebagai residu pasif, apabila kesempatan investasi menjanjikan hasil pengembalian yang besar daripada pengembalian yang mereka syaratkan, para investor akan lebih senang jika perusahaan menahan laba.

















PENUTUP

o   KESIMPULAN
Bisnis dan Perusahaan adalah sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya. Strategi merupakan jembatan penghubung antara perusahaan dengan lingkungannya. Dalam analisis strategi terdapat dua masukan utama yaitu; analisis lingkungan   dimana perusahaan itu berada, serta analisis sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki oleh perusahaan.Lingkungan Bisnis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan  yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman.  Lingkungan bisnis Adalah suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan bisnis dalam menentukan peluang atau ancaman.Seorang Manajer suatu perusahaan sebaiknya tidak hanya memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal organisasi, tetapi juga harus menyadari pentingnya pengaruh lingkungan eksternal terhadap perusahaan yang dikelolanya.Manajer harus mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mendiagnosis dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan baik berupa peluang/kesempatan, risiko, ancaman, hambatan yang berpengaruh terhadap aktifitas operasional perusahaan. (Analisis SWOT).Lingkungan bisnis eksternal dapat dibedakan atas lingkunganmakro dan lingkungan industri.Lingkungan bisnis eksternal diduga berpengaruhterhadap kineija perusahaan.Pengaruh lingkungan bisnis eksternal terhadapkinerja diduga negatif artinya dapat menurunkan kinerja.
o   SARAN
Makalah atau tugas ini disusun untuk memperkenalkan tatabahasa dan cara menulis bahasa, dengan demikian tidak lupa minta maaf kepada teman – teman bahwa semua manusia itu hidup tidak sempurna kecuali Tuhan, maka jika dalam makalah ini terdapat kesalahan – kesalahan yang tidak dikagumi kami bersedia menerima kritikan yang bersifat membangun isi makalah ini lebih sempurna lagi. Pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pengasuh mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang telah membantu dan memberikan arahan kepada kami dan juga kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Sekali kami taklupa mengucapkan terima kasih atas perhatiannya.
DAFTAR PUSTAKA

http://abdalah2139.blogspot.com/2009/04/analisis-lingkungan-dan-tanggung-jawab.html

http://www.keranjanginvestasi.com/2013/03/menghitung-tingkat-pengembalian-modal.html
http://firahdite0110.wordpress.com/2013/04/04/investasi/
http://www.makalahmanajemen.com/2010/08/tentang-analisis-lingkungan-bisnis.html

Smith, G.D, Arnold, D.R. & Bizzell, B.G.(1998).Business Strategy and policy(2nd ed.). Boston: Houghton MifflinCompany.

Hyland, David C. 2003. The Effect of Diversification on Firm Value: A Pre and Post Diversification Analysis, Studies in Economics and Finance Vol. 21, http://www2.uta.edu. Pg. 22–39.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2001. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta














Tidak ada komentar:

Posting Komentar